Marmer untuk dinding rumah akan memberikan kesan yang mewah dan elegan. Hal ini dikarenakan marmer akan memberikan corak dan warna yang alami pada dinding rumah. Sebagai bahan pelapis dinding, marmer juga merupakan material yang patut untuk diperhitungkan keberadaannya.

Marmer untuk Dinding Rumah dan Keunggulannya

Marmer untuk rumah bukan hanya bisa diterapkan untuk permukaan lantai saja, melainkan bisa juga diterapkan untuk permukaan dinding. Peletakan marmer sebagai bahan pelapis dinding bisa dilakukan di semua ruangan, dengan perhitungan dan komposisi desain yang tepat. Marmer yang diletakkan di dinding akan memberikan keuntungan, diantaranya:

  • Memberikan suhu yang lebih dingin

Marmer memiliki sifat yang dingin dan menyerap panas, karena marmer adalah konduktor panas yang buruk. Batuan marmer yang dipasang di dinding akan lebih memberikan kesejukan jika dibandingkan dengan hanya memasangnya sebagai bahan pelapis lantai saja. Bahkan, beberapa ruang yang menggunakan marmer sebagai bahan pelapis dindingnya bisa meminimalkan penggunaan AC atau kipas angin. Hal ini akan menghemat pengeluaran listrik rumah tangga sehari-hari.

  • Meminimalisir risiko kebakaran

Marmer merupakan bahan yang tahan terhadap api dan panas, karena memang marmer tercipta dari proses pemanasan dan penekanan di dalam tanah pada masa lalu. Oleh karena itu, dinding yang dipasangi marmer bisa meminimalkan adanya risiko kebakaran. Itulah sebabnya banyak rumah-rumah di negara subtropis yang menggunakan marmer sebagai bahan pembuat ruang perapian.

  • Memberikan kesan mewah

Marmer yang memang merupakan batuan mewah dan mahal akan memberikan kesan mewah dan elegan pada dinding rumah. Apalagi jika marmer yang digunakan adalah jenis marmer berkualitas tinggi.

  • Memberikan kesan bersih

Kelebihan marmer untuk rumah sebagai bahan pelapis dinding juga akan memberikan kesan yang bersih. Hal ini terjadi karena marmer yang dipasang di dinding memang cenderung akan lebih minim risikonya terhadap noda-noda, jika dibandingkan dengan marmer yang dipasang sebagai bahan pelapis lantai.

Kekurangan Marmer untuk Dinding

Batu marmer untuk dinding rumah juga memiliki kekurangan, diantaranya sebagai berikut:

  • Harga yang relatif mahal

Marmer adalah bahan yang mahal. Untuk menjadikan marmer sebagai bahan pelingkup dinding tentu dibutuhkan biaya yang lebih banyak. Untuk menyiasati ini, tentukan area-area tertentu yang perlu dilapisi marmer, sedangkan sisanya bisa difinish dengan teknik cat biasa.

  • Tekstur yang terlalu licin

Tekstur marmer yang licin juga tidak sepenuhnya cocok dengan selera penghuni rumah, terutama untuk bahan pelapis dinding. Walau bahan licin akan memberikan kesan dinding yang bersih, namun dinding yang terlalu licin atau mengkilap akan mengesankan ruangan yang sempit. Oleh karena itu, untuk material pelapis dinding, memang dibutuhkan pemilihan marmer yang tepat.

  • Membutuhkan perawatan yang lebih sulit

Untuk pemasangan pada dinding rumah pun juga diperlukan perawatan khusus. Nantinya, jika marmer sudah terpasang akan susah bagi penghuni rumah untuk membersihkan dan merawat marmer yang telah terpasang secara vertikal. Apalagi jika dinding marmer yang akan dibersihkan terlalu tinggi dan tidak terjangkau. Perawatan marmer untuk dinding akan menjadi lebih sulit.

  • Sulit dilakukan perbaikan

Marmer yang terpasang sebagai bahan pelapis dinding akan lebih sulit dilakukan proses perbaikan atau pemolesannya jika sewaktu-waktu marmer mengalami kerusakan. Hal ini dikarenakan posisinya yang dipasang tegak lurus dengan lantai akan menyulitkan pekerjaan. Mesin-mesin pemoles atau mesin perata permukaan marmer biasanya hanya diperuntukkan marmer yang terpasang secara horizontal di lantai, bukan secara vertikal di dinding.

Tips Memilih Marmer untuk Dinding

Jika ingin membeli marmer untuk material pelapis dinding, berikut ini ada beberapa tips yang mungkin bisa membantu untuk menentukan pilihan jenis marmer.

  • Pilihlah marmer yang kualitasnya baik. Hal ini dimaksudkan agar kekuatan bahan bisa bertahan lama, mengingat dinding adalah salah satu bagian rumah yang kemungkinan akan jarang dibersihkan. Tidak seperti lantai yang pasti akan lebih sering dibersihkan.
  • Lapisi marmer dengan bahan pelapis agar dinding marmer lebih tahan terhadap noda dan kotoran yang menempel.
  • Untuk dinding, pilihlah marmer yang tidak terlalu mengkilap, karena dinding yang mengkilap akan memberikan kesan silau dan juga memberikan efek ruangan yang lebih sempit. Tekstur marmer yang keras cocok untuk bahan pelapis dinding. Selain itu, lapisan marmer yang licin dan tidak mengkilap bisa menjaga kelembaban udara di sekitar ruangan.
  • Pilihlah warna marmer yang disesuaikan dengan suasana dan konsep ruangan.
  • Pilih corak marmer yang tidak begitu terlihat atau yang tidak begitu mencolok, karena dinding ruang memang lebih disarankan bermotif polos. Jika pun marmer yang didapat hanya yang bercorak, gunakan marmer bercorak hanya sebagai aksen penghias, dan bukan sebagai pelapis utama dinding.

Demikianlah penjelasan mengenai marmer untuk dinding rumah. Semoga bermanfaat.